Berita

Sarjan: Keseimbangan Pembangunan Kota dan Desa Dapat Menekan Tingkat Kemiskinan

Kamis, 27 Juli 2017

Sarjan Tahir mendengarkan paparan dari para petani Musi Rawas

Palembang - Badan Pusat Statistik (BPS) baru-baru ini merilis Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan di Indonesia meningkat. Bahkan, tingkat kemiskinan tersebut disebut semakin parah selama enam bulan terakhir. Dan Sumatera Selatan (Sumsel) termasuk salah satu provinsi dengan jumlah penduduk miskin tertinggi di pulau Sumatera. 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia www.bps.go.id, melansir bawa jumlah penduduk miskin di Sumsel per Maret 2017 berada di urutan keempat dari 10 provinsi di Sumatera. Persentase penduduk miskin berada di angka 13,19 persen dari total jumlah penduduk sebanyak 8,16 juta jiwa, atau sekitar 1,076 orang penduduk miskin di Sumsel. Di Sumatera, urutan pertama persentase penduduk miskin ditempati oleh Provinsi Aceh sebesar 16,89, Bengkulu sebanyak 16,45 persen, dan Lampung sebesar 13,69 persen.

"Kemisklinan yang terjadi di Sumsel dipengaruhi banyaknya masyarakat Sumsel yang bekerja di sektor pertanian di desa yang belum menggembirakan kesejahteraannya karena persoalan ekonomi dan pendapatan yang masih rendah. Ditambah dengan pendidikan dan kesehatannya relatif rendah dimana dukungan SDM juga sangat menentukan," kata Sarjan kepasa wartawan, Kamis (27/7).

Sarjan mengatakan, selain Program pemerintah pusat yang dijalankan saat ini seperti Program-program sosial, PKH, subsidi, pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar harus terus dijalankan dengan tepat sasaran guna mencapai target menekan angka kemiskinan. 

"Untuk itu program tersebut harus berjalan secara efektif dan tepat sasaran dengan koordinasi tang baik antara pemerintah kabupaten kota masing-masing. Sehingga Program tersebut mampu memberikan dan masuk sebagai penetrasi ke desa-desa yang memang miskin, yang  anggaran dana desa juga dipakai untuk hal tersebut," ungkapnya.

Selanjutnya, Politikus Partai Demokrat ini mengungkapkan bahwa pemerintah daerah harus bahu membahu untuk terus melaksanakan keseimbangan kebijakan pembangunan antara Kota dan desa untuk memacu ekonomi yang lebih besar porsinya di pedesaan dengan program perdepatan pembangunan ekonomi di desa diisampingnyg sudah dilakukan di perkotaan.

"Melalui Program percepatan pembangunan ekonomi melalui pendekatan sektoral dan regional, membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di desa-desa, serta inovasi produk pertanian di desa-desa," ungkapnya. 

Pada akhirnya, kata Sarjan, kegiatan pembangunan di Sumsel harus mampu memadukan semua aspek, baik aspek ekonomi, aspek sosial-budaya, aspek sosial-politik: partisipatif dan pemberdayaan masyarakat serta lingkungan dan lain sebagainya.   

"Sehingga program terpadu lintas sektor dan multi disiplin bukan sektoral sehingga berkeadilan dan merata. dan berkelanjutan dengan memadukan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan serta berkeadilan di semua kabupaten sesuai proposional dan kemampuan. Sehingga dalam implementasi-nya akan membawa kesejahteraan rakyat sumsel terdepan dan berkeadilan," pungkas Sarjan.

Sumber: detiksumsel.com

A A A