Artikel

Membangun Perusahaan Ramah Lingkungan

Jumat, 25 November 2011

Ekonomi Ramah Lingkungan
Sejak tahun 2000 pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat menjadi isu penting di setiap kegiatan ekonomi. Pemanfaatan sumber daya alam melalui aktivitas ekonomi diharapkan tidak merusak lingkungan dan dapat mensejahterakan masyarakat. Copenhagen consensuses merupakan komitmen nyata masyarakat dunia untuk mengurangi pencemaran lingkungan pada setiap kegiatan ekonomi. Masyarakat dunia menuntut pelaku ekonomi khususnya perusahaan-perusahaan besar supaya ikut serta dalam program pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat sebagai konsumen, pemerintah dan investor akan pentingnya pelestarian lingkuang, sekarang ini kinerja perusahaan tidak hanya dilihat dari besarnya laba yang dihasilkan. Prosperity, planet and profit yang lebih dikenal dengan three bottom line menjadi ukuran kinerja perusahaan. Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan dan menghasilkan laba. Peningkatkan kesejahteraan masyarakat akan meningkatan permintaan (demand), kelestarian lingkungan akan menjaga kesinambungan sumber daya alam yang pada akhirnya keduanya akan meningkatkan laba perusahaan secara berkelanjutan (corporate sustainability).

Pasar Ramah Lingkungan
Kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan menciptakan pasar baru bagi perusahaan yaitu green consumer. Konsumen ramah lingkungan berasal dari masyarakat yang sadar akan pelestarian lingkungan, rela membayar lebih tinggi dari produk biasa untuk setiap produk ramah lingkungan. Produk ramah lingkungan mencakup barang ramah lingkungan, barang yang dihasilkan dari proses produksi yang ramah lingkungan dan barang yang dihasilkan dari bahan baku ramah lingkungan. Segmen konsumen ramah lingkungan setiap tahun terus mengalami peningkatan, terutama di Eropa dan Amerika Serikat. Peningkatan permintaan produk ramah lingkungan di Eropa dapat dilihat dari peningkatan belanja konsumen untuk produk ramah lingkungan di Inggris.
Belanja konsumen untuk produk ramah lingkungan di Inggris dari tahun 2004 sampai tahun 2009 terus mengalami peningkatan. Belanja konsumen per kapita untuk produk ramah lingkungan pada tahun 2008 mencapai 251 punsterling atau sekitar Rp 2.510.000. Selain di Inggris, konsumen produk ramah lingkungan di Eropa yang terus mengalami peningkatan diantaranya di Jerman, Prancis, Swiss, Spanyol, Italia, Belanda, Denmark dan Belgia.
Sejalan dengan perkembangan di Eropa, konsumen produk ramah lingkungan di Amerika Serikat juga terus mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan permintaan produk ramah lingkungan di Amerika Serikat dapat dilihat dari penjualan produk ramah lingkungan yang dari tahun 2004 samapi tahun 2009 yang terus meningkat.
Penjualan produk ramah lingkungan di Amerika Serikat pada tahun 2004 sebesar 511 juta dolar, pada tahun 2009 meningkat menjadi 722 juta dolar. Diperkirakan penjualan produk ramah lingkungan di Amerika Serikan pada tahun 2014 akan mencapai 922 juta dolar.
Di Indonesia, kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan belum menciptakan pasar produk ramah lingkungan yang cukup besar. Ceruk pasar produk ramah lingkungan masih terbatas pada produk ramah lingkungan, seperti buah organik, sayur organik, padi organik. Pasar produk ramah lingkungan yang dihasilkan dari proses yang ramah lingkungan dan bahan baku ramah lingkungan masih dalam tahap edukasi pasar.
Walaupun di dalam negeri pasar produk raham lingkungan belum berkembang pesat, pertumbuhan konsumen ramah lingkungan di Eropa dan Amerika Serikat menciptakan peluang bagi perusahaan Indonesia khususnya yang pangsa pasar utamanya negara-negara  Eropa dan Amerika Serikat. Pasar ramah lingkungan merupakan pasar menjanjikan dimana pasar tersebut memiliki potensi bisnis sebagai berikut:
?    Konsumen ramah lingkungan mampu dan mau memberi produk ramah lingkungan lebih tinggi dari produk biasa. Produsen dapat menjulan produk ramah lingkungan dengan marjin yang tinggi.
?    Tingkat kompetisi pada pasar ramah lingkungan masih belum tinggi. Investasi untuk menciptakan atau mengembangkan produk ramah lingkungan menjanjikan.
?    Proses dan prosedur penjualan produk ramah lingkungan cenderung mudah, tidak terganjal oleh undang-undang pemerintah.
?    Banyak investor luar negeri yang tertarik terhadap perusahaan yang pangsa pasarnya konsumen ramah lingkungan.

Nilai Perusahaan Ramah Lingkungan
Di Eropa dan Amerika Serikat corporate branding menjadi salah satu pertimbangan konsumen ketika membeli produk dan investor ketika akan berinvestasi. Profil perusahaan ramah lingkungan dapat menjadi corporate branding yang meningkatkan nilai dari perusahaan tersebut. Perusahaan ramah lingkungan merupakan perusahaan yang menjaga kelestarian lingkungan. Perusahaan ramah lingkungan dapat berupa perusahaan yang menghasilkan produk ramah lingkungan, menggunakan bahan baku ramah lingkungan dan menerapkan produksi ramah lingkungan atau gabungan dari ketiganya. Perusahaan ramah lingkungan mempunyai nilai ekonomi yang lebih tinggi karena pasar ramah lingkungan adalah pasar masa depan sehingga perusahaan ramah lingkungan akan sustain di masa depan.

Strategi Menuju Perusahaan Ramah Lingkungan
Menjadi perusahaan raham lingkungan tidaklah mudah, dibutuhkan dana investasi untuk penelitian, pengembangan proyek, corporate social responsibility yang cukup besar, namun yang terpenting adalah komitmen kuat dari jajaran direksi, eksekutif dan manajemen perusahaan. Komitmen kuat seluruh jajaran perusahaan menjadi dasar untuk membangun perusahaan ramah lingkungan. Untuk membangun perusahaan raham lingkungan diperlukan strategi yang terbagi dalam 3 tahapan.

?    Tahap pertama Menciptakan dan Membangun Budaya Ramah Lingkungan di Perusahaan.
Komitmen bersama untuk membangun perusahaan raham lingkungan dituangkan kedalam visi dan misi perusahaan. Mensosialisasikan budaya ramah lingkungan di dalam perusahaan dengan mengadakan program training dan pelatihan. Mensosialisasikan komitmen perusahaan kepada masyarakat dengan melakukan corporate branding, mengadakan program CSR dan menjalin kerjasama dengan peneliti, akademisi dan pemerintah. Hal ini berguna untuk mendapatkan wawasan mendalam atas tuntutan masyarakat dan sebagai networking guna mendapatkan sumber daya dari luar perusahaan.
Membentuk divisi khusus untuk menampung ide ramah lingkungan yang mendukung efisiensi dan efektivitas perusahaan atau menciptakan ide bisnis ramah lingkungan. Memperkuat divisi manajemen risiko untuk mengontorl risiko setiap program yang berkaitan dengan program pengembangan ramah lingkungan.

?    Tahap kedua Mengembangkan Program Ramah Lingkungan yang Mendukung dan Memperkuat Daya Saing Perusahaan.
Program yang dikembangkan merupakan program ramah lingkungan yang dapat meningkatkan kinerja perusahaan secara berkesinambungan, pertumbuhan pasar, brand positioning dan corporate branding. Program yang dikembangkan dapat berupa pengembangan produk ramah lingkungan, proses produksi ramah lingkungan dan bahan baku ramah lingkungan yang dapat meningkatkan pelayanan perusahaan. Program ramah lingkungan dapat dilakukan dengan menjalin aliansi dengan perusahaan lain. Sebaiknya pengembangan program ramah lingkungan dimulai dari hal-hal kecil seperti penggunaan kertas daur ulang.

?    Tahap ketiga Melakukan Penilaian dan Evaluasi
Setiap program dievaluasi dan dinilai untuk mengetahui progress, kendala dan kontribusi terhadap kinerja perusahaan. Penilaian dan evaluasi dilakukan untuk menghindari pembengkakan biaya program karena progress yang tertunda, mencari solusi atas kendala dan mengukur return atas dana yang dikeluarkan.

Foto Lain


A A A